Sudah sering kita mendengar kisah
tenaga kerja wanita yang disiksa di luar negeri. Mereka tetap bertahan bekerja
karena keluarganya di Indonesia butuh biaya. Salah satu tenaga kerja yang
sampai menjemput ajal karena berjuang mengumpulkan pundi rupiah untuk anaknya
adalah SA (nama disamarkan). SA meninggal karena kekerasan yang dilakukan oleh
majikannya di luar negeri.
SA baru berusia 25 tahun, sepuluh
tahun yang lalu dirinya dipaksa menikah dan dua tahun kemudian memiliki seorang
putri cantik. Penderitaannya dimulai ketika suaminya meninggalkannya dan
keluarganya tak mau membantunya untuk biaya hidup putrinya. SA hanyalah lulusan
SMP dan tidak memiliki kualifikasi pekerjaan apapun. Demi putrinya yang makin
beranjak dewasa, SA berangkat menjadi tenaga kerja.
Malang, setiap hari dirinya
disiksa. Tak boleh tidur, dipukul, tidak diberi makan dan berbagai siksaan
lainnya kerap diterimanya. Namun SA tidak menyerah, karena gajinya ia sisihkan
untuk putrinya bersekolah. SA menulis surat kepada putrinya, bahwa bila suatu
saat Ibu tidak bisa pulang, kamu tidak boleh menangis. Ternyata SA sudah
memiliki firasat bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi. SA meninggal dunia
setelah 5 tahun menjadi TKW, tanpa bisa berjumpa lagi dengan putri yang sangat
disayanginya.


0 comments:
Post a Comment