Hidup terkadang terasa sangat
berat. Himpitan ekonomi, kondisi keluarga yang tak lengkap, harga kebutuhan
yang terus merangkak naik, membuat banyak orang putus asa sampai gantung diri.
Tapi tidak dengan Mulia. Wanita yang kini sudah berusia senja ini pantang
menyerah dan berkeras untuk membesarkan 15 orang anaknya sendirian walau
suaminya telah meninggal dunia. Kondisi ekonomi pas-pasan dan pekerjaannya yang
hanya sebagai buruh dan pembantu harian tentu membuat beban yang dipikulnya
semakin berat saja.
Mulia tahu, 15 orang anak
tidaklah sedikit. Mereka semua butuh makan, butuh sekolah. Dengan berusaha
sekuat tenaga, Mulia belajar menjadi penjahit sehingga penghasilannya
bertambah. Mulia ingin semua anaknya sekolah agar tidak bernasib seperti
dirinya. Mulia merawat 15 anaknya sendirian, tanpa bantuan. Sesekali Mulia
menangis bila tak dapat menuruti kehendak sang anak, karena tidak ada uang
untuk membelinya.
Mulia menghabiskan seluruh
waktunya untuk mengurus anak dan bekerja, Tidak pernah terbesit sedikitpun di
benaknya untuk menelantarkan anaknya atau membiarkan mereka begitu saja. Mulia
rela tidak makan asal anaknya kenyang, rela tidak tidur asal biaya sekolah
anaknya terbayar. Pengorbanan besarnya menuai hasil manis, anak-anaknya bisa
bersekolah dan yang besar sudah menjadi sarjana.


0 comments:
Post a Comment